HOT TOPIC

Iki lho nasibe bonek saiki ker! Miris! Ngenes! Sokooor!

|
Malang- Yo'opo kabare bonek bonek jancok? Kok gak tau krungu maneh kabarmu cok? Biyen raimu podho koyok berandalan sing sok berkuasa ndek Jatim? Endi tim kesayanganmu kae? Ganok abane maneh tah cok? Emane, sakjane umak kabeh nek metu nang kutho, rasah kakean gaya yo nek bonek!


Iki lho beritane sam!

Jajaran Kepolisian Resor Kediri mengamankan 146 anggota bonek, suporter kesebelasan Persebaya Surabaya. Ratusan orang itu ditangkap karena diduga melakukan kerusuhan dalam perjalanan seusai menonton laga Persebaya melawan Perseta di Tulungagung. Mereka lantas digiring dan dijemur di halaman Mapolresta Kediri, Jalan Brawijaya, Kediri, Kamis, 21 Februari 2013.

Para bonek itu diminta berbaris di depan tiang bendera Merah Putih seperti layaknya peserta upacara. Dipimpin koordinator lapangan, Hamin Gimbal, mereka ini menyanyikan lagu Indonesia Raya sambil memberi hormat kepada bendera. Tidak cukup di situ, mereka juga diminta membacakan ikrar tidak melakukan kerusuhan dan mengganggu ketertiban umum.

Wakil Kepala Kepolisian Resor Kediri, Komisaris I Made Arjana, mengatakan, para bonek ini diamankan saat melintas di jalan protokol Kota Kediri, Rabu malam, 20 Februari 2013. Mereka diduga melakukan penganiayaan dan perusakan terhadap sebuah truk beserta sopir dan keneknya. "Selain memukuli awak truk, mereka juga memecahkan kaca kendaraan," kata Made siang tadi.

Perbuatan itu dilakukan para bonek saat melintas di wilayah Kota Kediri seusai mendukung kesebelasan mereka melawan Perseta Tulungagung di Tulungagung, kemarin sore. Meski tidak melakukan kebrutalan di lokasi pertandingan, iring-iringan bonek ini berulah di jalanan. Mereka mencegat sebuah truk yang dikemudikan Firman dengan kenek Mashudi, warga Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, saat melintas di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kediri. Akibat penganiayaan itu, Firman dan Mashudi harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Kediri.

Polisi yang menerima laporan itu segera melakukan pengejaran. Iring-iringan bonek yang tengah berjalan ditangkap dan digiring ke kantor polisi. Setelah menjalani pemeriksaan semalaman, siang tadi mereka diperbolehkan kembali ke Surabaya seusai menjalani upacara bendera. Untuk menghindari aksi anarkitis lagi, para bonek ini diangkut empat truk milik Polresta Kediri.

Koordinator bonek, Hamin Gimbal (JANCOK!!!),
membantah anggotanya melakukan pemukulan dan perusakan itu. Dia mengklaim ada kelompok bonek lain yang melakukan onar. Namun, karena bergerombol, polisi akhirnya menciduk mereka. "Ada bonek lain yang berulah," katanya.

Meski memulangkan mereka, polisi masih akan menyelidiki aksi brutal tersebut. Kelompok Hamin Gimbal bahkan berjanji akan membantu polisi mencari pelaku tersebut. Hal ini untuk memulihkan nama baik bonek yang selama ini kerap disebut sebagai pembuat onar.

Pengen ngerti ulahe bonek???

Ratusan bonek dipulangkan! Jan koyok asu!

 

Kediri: Sopir dan kernet truk di Kediri, Jawa Timur, babak belur dihajar ratusan pendukung Persebaya Surabaya atau Bonek, Rabu (20/2). Akibat luka yang dideritanya, Firman dan Mashudi menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara, Kediri.

Peristiwa ini terjadi ketika ratusan bonek menumpang truk korban yang sedang melintas usai pertandingan Persebaya melawan Perseta Tulungagung dalam laga divisi utama Liga Indonesia. Saat truk melewati pertigaan keluaran Ngeronggo, truk mengambil arah ke timur untuk pulang. Namun ratusan Bonek kemudian mengamuk karena sopir tidak mau meneruskan perjalanan ke arah Surabaya.

Kemudian truk dihentikan dan dirusak dengan batu. Warga yang melihat kejadian tersebut tidak bisa berbuat apa-apa. Korban baru dievakuasi ke rumah sakit setelah ditinggalkan para bonek.

Tak lama berselang, pihak kepolisian mengamankan 146 bonek yang diduga melakukan penganiayaan terhadap sopir dan kernet truk tersebut.