HOT TOPIC

Internale Sriwijaya Bergejolak Hare

|
Gejolak dalam tubuh Sriwijaya FC (SFC) yang sampai mengurai pada rencana pengunduran diri sang nakhoda Kas Hartadi, tak membuat program latihan terganggu.

Pelatih kepala SFC Kas Hartadi tetap membawa seluruh penggawa Wong Kito ke stadion Gelora Sriwijaya. Walau raut wajah Kas Hartadi tidak terlalu fresh, namun dirinya enggan terusik dengan apa yang tengah terjadi dalam tim saat ini.


''Arema memang lawan yang kuat. Tapi kita belum bertanding, jadi kita belum tahu apakah kekuatan mereka memang benar-benar kuat atau tidak. Namun, yang paling penting saya harus mempersiapkan segalanya,” ucap Kas Hartadi.



Setelah mendapatkan tiga poin dari Pelita Bandung Raya (PBR) pada Minggu (17/2) lalu, pelatih yang telah memberikan dua gelar untuk SFC pada tahun 2012 lalu ini menuturkan, memberikan jatah libur satu hari kepada seluruh pemain. ''Senin lalu sengaja saya berikan istirahat dan mulai hari ini, kita sudah kembali ke lapangan,” tuturnya.

Kas Hartadi memberikan penekanan pada pemain tentang compact defence. Seluruh pemain melakukan latihan seperti biasa dan suasana pun tetap terlihat santai, walau awalnya sempat sepi .

''Saya pikir, pemain lebih baik konsentrasi pada pekerjaan mereka, berlatih dan berlatih. Karena kami sendiri sebagai pelatih dan pemain memang ditarget harus menang di tiap pertandingan. Kami berharap pemain juga bisa memberikan kemampuannya secara maksimal,” tandasnya.

Terhadap pemain yang menjadi sorotan, yakni Diogo Santos, Kas menilai sikap si pemain sudah mulai berubah, dan kemungkinan besar kembali dipercaya menempati posisi inti. Makanya pada saat evaluasi terakhir beberapa hari lalu, manajemen memutuskan untuk mempertahankan Diogo dan lebih memilih untuk memutus kontrak kerja Min Kyung Bin (Korsel).

''Kita masih terus memperbaiki compact defense dari pemain belakang kita. Kemudian pula yang paling riskan adalah latihan agar para defender ini bisa mengantisipasi counter attack lawan. Sebab, dari serangan itulah kita sering kecolongan,” ucapnya lagi.

Jadi, tak heran jika pada putaran kedua mendatang, Kas mengaku ingin kembali mencari stopper asing. Alasannya tidak lain karena ingin memperkuat lini pertahanan SFC sehingga pada putaran kedua mendatang jauh lebih baik lagi. Saat ini SFC merupakan tim paling buruk dilihat dari statistik kemasukan yakni 12 gol, satu tingkat lebih baik dibanding Persija yang kemasukkan 14 gol. “

''Pada putaran kedua nanti kita ingin cari pemain belakang yang mau bekerja keras dan memiliki visi permainan yang baik. Kita lakukan seleksi ketat karena kita tidak ingin 'tertipu' kembali, seperti halnya Min yang bagus ketika seleksi tapi saat sudah dikontrak malah bermain lembek,” tukasnya lagi.

Sementara asisten manajer SFC, Muchendi Machzareki menambahkan, bahwa semua sudah tidak ada masalah lagi. Tim harus kembali fokus pada pertandingan di kandang Arema dan suasana tim tidak akan terganggu dengan miskomunikasi yang terjadi kemarin.

''Saya harap masyarakat Sumsel bisa lebih dewasa dan bisa memahami bahwa SFC akan berusaha memberikan yang terbaik untuk Sumsel. Jadi kalau ada hal-hal kecil di tengah perjalanan, ya itulah bumbu-bumbu dalam soliditas tim,” tambahnya