HOT TOPIC

Roman Chamelo mbelo SFC, lawan Arema ker!

|


MALANG – Sosok Roman Chamelo, tak bisa lagi dipisahkan dari Arema Indonesia. Pernah membawa Arema mengecap juara ISL 2009-2010, Roman adalah sosok gelandang flamboyan yang, menjadi jenderal lini tengah Singo Edan, era Robert Rene Albert. Sayang, sosok itu tak akan lagi terlihat di Bhumi Arema.


Roman yang sangat dipuja Aremania itu, bahkan dikabarkan sudah merapat ke Sriwijaya FC, yang bakal dijamu Arema, Minggu (24/2) mendatang. Kabar tersebut, sudah merebak sejak Arema IPL versi Nur Salam bubar. Namun, baru beberapa hari ini, isu Roman menjadi penggawa Laskar Wong Kito, julukan SFC, semakin menguat.
Bahkan, pelatih SFC Kas Hartadi tak menampik isu ini. Meski ia juga tak membenarkannya. ‘’Roman pemain yang bagus. Akan sangat bagus bagi tim kami bila ia ikut bergabung. Apalagi SFC akan melawan Arema, Minggu nanti,’’ tandas Kas ketika dikonfirmasi melalui telepon.
Selebihnya, Kas memilih bungkam. Tidak ada info lain yang bisa dikorek, seputar isu kepindahan Roman. Setidaknya, sampai uji lapangan di Stadion Kanjuruhan, besok pagi (23/2), baru bisa diketahui kebenaran isu tersebut.
Karena, bila ia memang turun lawan Arema, tentu butuh latihan bersama tim. Kesempatan latihannya, hanya saat uji lapangan di Stadion Kanjuruhan, H-1 pertandingan yang digelar live ANTV 19.00 WIB. Tapi, banyak pihak mempertanyakan legalitas Roman apabila memang benar-benar masuk ke skuad SFC.
General Manager Arema, Ruddy Widodo yang dikonfirmasi soal legalitas kepindahan gelandang berusia 32 tahun ke Bhumi Sriwijaya, hanya tersenyum simpul.
‘’Biar masyarakat bola sendiri yang menilai. Apakah statusnya legal atau tidak. Pendaftaran pemain sudah jelas-jelas tutup 18 Januari 2013 lalu,’’ tandas Ruddy kepada Malang Post kemarin.
Ya, menurutnya, isu kepindahan tersebut sudah cacat aturan, bila benar-benar terwujud. Meski, masih ada celah yang kesannya memaksakan jika Roman ingin berbaju SFC. Sebelumnya, Erik Lewis Weeks, pemain asal Amerika Serikat, bermasalah dengan status visanya dan dideportasi ke negaranya.
‘’Ada celah, karena Roman bisa disebut sebagai pengganti Eric Weeks yang terkendala tak bisa masuk Indonesia lagi. Bahasa kerennya force majeur, sedangkan Eric sudah terlanjur didaftarkan ke Liga. Entah dengan mekanisme apa, Roman yang gantikan,’’ tandas pengusaha travel tersebut.
Sebelum isu kepindahan ke SFC, sebagian suporter lewat berbagai media dan dunia maya, terus mendengungkan harapan agar gelandang kidal itu direkrut sebagai pemain Arema. Khususnya setelah Arema IPL versi Nur Salam bubar. Tapi, Roman sendiri tak mungkin direkrut Arema karena slot pemain asing Eropa sudah terisi penuh.
Arema hanya punya jatah slot pemain Asia, yang masih kosong karena Kim Sung Yeon gagal seleksi. Headcoach Arema, Rahmad Darmawan (RD) sendiri tak mau berkomentar soal kemungkinan pelanggaran regulasi yang bakal dilakukan SFC bila Roman benar-benar main lawan Arema, Minggu nanti.
‘’Saya no comment, tak mau berkomentar apa-apa. Yang jelas, dengan Roman atau tanpa Roman, SFC adalah tim bermental juara. Saya tidak melihat person per person. Secara kolektif, mereka harus diwaspadai,’’ tutur RD.
Sebaliknya, ia pun menyebut, slot kosong yang ditinggal Kim Sung Yeon yang sebenarnya sudah didaftarkan ke Liga, pernah coba diganti dengan pemain asing Asia lain. Namun, Liga menolak adanya penggantian karena sudah lewat deadline pendaftaran pemain asing.