HOT TOPIC

AREMA kudu cerdik lan sabar pas musuh PBR

|


MALANG—Setelah melewati pertandingan kontra juara bertahan Sriwijaya FC dengan sangat gemilang, lawan Arema Cronous berikutnya adalah klub pendatang. Di Stadion Kanjuruhan, Kamis (28/2), Arema bakal menjamu Pelita Bandung Raya (PBR), yang kekuatannya mungkin tak setangguh tuan rumah.
Tapi tunggu dulu, walau kelihatannya mudah, pertandingan bisa berubah menjadi rumit jika Arema menganggap enteng lawan. Maklum, PBR sudah menebar ancaman lewat kemenangan 0-1 atas Persegres Gresik sebelumnya. Itu berarti PBR memiliki potensi mengulang performa yang sama di Kanjuruhan.

Tim arahan Simon McMenemmy memang terbukti 'bandel' ketika bermain di Stadion Tri Sharma, Gresik. Pertahanan kuat dan permainan rapat yang diperagakan Eka Ramdani dkk membuat Persegres frustrasi. Inilah yang menjadi tantangan terbesar Singo Edan di kandang.

Pelatih Arema Cronous, Rahmad Darmawan, memprediksi PBR bakal menerapkan strategi serupa dengan saat bermain di Gresik. Bermain negatif dengan menumpuk hampir semua pemain di pertahanan, kemudian menunggu momentum untuk melakukan serangan balasan.

“Saya yakin Pelita Bandung Raya bakal bermain seperti itu lagi. Mereka akan memanfaatkan agresifitas tuan rumah untuk melakukan serangan balik. Saya akui waktu mereka mengalahkan Persegres strategi itu sangat sukses karena terbukti tidak kemasukan satu gol pun,” cetus Rahmad 'RD' Darmawan.

Dia sepakat Arema membutuhkan kecerdasan sekaligus kecerdikan untuk menghadapi strategi 'parkir bus' PBR. Efektifitas pemanfaatan peluang seperti kala menuntaskan Sriwijaya FC ingin dimunculkan lagi di laga nanti. “Pasti butuh kesabaran dan tidak buru-buru. Tim tidak boleh frustrasi,” tambah RD.

Tanpa diperkuat Egi Melgiansyah, Munhar, serta Kayamba Gumbs, yang terkena akumulasi kartu kuning, RD mempersiapkan Gede Sukadana, Alfarizi, dan Qischil Gandruminny. Walau ada pergantian tiga pemain sekaligus, kekuatan Arema masih di atas level PBR.

Sementara, untuk Greg Nwokolo, sebenarnya sudah mulai membaik dari cedera. Tapi RD tidak mau berisiko terburu-buru menurunkannya sebelum fit, karena terlihat cedera Greg sangat rentan kambuh. “Dia ingin sekali bermain, tapi semua harus ada pertimbangan,” sebut RD.

Sementara, PBR sendiri bakal mempersiapkan tiga pemain vital di lapangan tengah, Eka Ramdani, Nemanja Obrik dan Dane Milovanovic. Di sinilah kekuatan utama klub berjuluk Badak Biru. Potensi PBR memang ada di lini pertahanan, karena lini depan sebenarnya belum menjanjikan.

Gaston Castano sebagai striker utama baru menciptakan sebiji gol di ISL musim ini. Pantas jika lapangan tengah menjadi harapan utama klub hasil merger Bandung Raya dan pelita Jaya tersebut. Kala bermain di Gresik, pola 4-5-1 sangat brilian membungkam lapangan tengah Persegres.

Simon sendiri tak menampik timnya bakal bertahan di Kanjuruhan. “Kami akan bertahan secara rapat dan tidak membiarkan pemain Arema mudah membuat peluang. Permainan di Gresik bisa menjadi acuan kami dan target selanjutnya adalah mencetak gol di Stadion Kanjuruhan,” tutur Simon sehari sebelum laga.

Diakuinya Arema mempunyai penyerang menakutkan dan sangat produktif. Karena itulah pihaknya ingin permainan seperti di Gresik ditingkatkan lagi. Sekaligus dia menampik jika dikatakan kemenangan atas Persegres adalah murni karena keberuntungan, walau gol kemenangan adalah hasil bunuh diri Gustavo Chena.

“Ada faktor keberuntungan di sepakbola, tapi saya yakin semuanya juga hasil dari kerja keras. Kami punya kemampuan untuk mencetak gol di kandang Arema dan saya ingin menang lagi. Tekanan terberat mungkin dukungan supporter yang luar biasa,” tandas Simon McMenemmy.

Sumber