HOT TOPIC

Jarene sopo Roman bakal maen nang Sriwijaya ngelawan Arema?

|


MALANG–Teka-teki direkrutnya Roman Chmelo, gelandang flamboyan yang juga pernah memperkuat Arema Indonesia oleh Sriwijaya FC akhirnya terjawab sudah. Setelah sempat menghebohkan publik sepakbola Malang, gelandang pujaan Aremania ini dipastikan tak tertulis dalam daftar 20 pemain yang diboyong Laskar Wongkito, julukan SFC ke Bhumi Arema, sebelum menghadapi Arema, besok (24/2). Rombongan SFC baru tiba di Malang kemarin.
“Kita membawa 20 pemain ke Malang untuk menghadapi Arema,” papar Kas Hartadi, headcoach SFC ketika dikonfirmasi.


Dari 20 pemain yang disebut oleh pelatih berusia 42 tahun ini, tak ada nama Roman Chmelo.
Yang ada adalah Rivky Mokodompit, Andi Irawan, Taufik Kasrun, Diogo Santos, Abdul Rahman, Mahyadi Panggabean, Ahmad Jufrianto, Dodok Anang Zuanto, Fandi Mocthar, Imanuel Patwa, Ponaryo Astaman, Boakay Eddy Foday, Muhammad Sobran, Eka Rizky Ramdani Lestaluhu, Sutan Samma, Fahkruddin, Aliyudin, Hilton Moreira, Tantan dan Khoirul Huda.
Tidak adanya nama Roman dalam jajaran skuad pujaan Singa Mania, fans SFC yang dibawa ke Malang sekaligus menepis kabar yang sempat heboh di Malang. Namun, Kas sendiri cukup dipusingkan dengan ketidakhadiran salah satu pemain kuncinya, Ferry Rotinsulu yang dibekap cedera dan tak dibawa ke Malang.
“Ferry masih belum pulih dari cederanya, terpaksa kami tinggal Ferry di Palembang, kita akan maksimalkan Rivky atau Andi Irawan yang juga punya kualitas,” sebut pelatih asal Solo, Jawa Tengah ini.
Apalagi, ada tiga pemain yang disebut Kas juga baru pulih dari cedera. Defender Diogo Santos, Taufik Kasrun serta striker Aliyudin belum dalam performa puncaknya usai pulih cedera.
Bahkan, ada satu pemain yang diragukan bakal tampil besok lawan Singo Edan. Pemain itu adalah Ramdani Lestaluhu. Kondisi yang baru saja pulih dari cedera dan masih dalam momen recovery tentu membuat Ramdani tak bisa maksimal dalam mengisi lini tengah SFC.
Kendati demikian, aura optimis tetap diusung oleh Kas. Meski hantu cedera masih bergentayangan di dalam tubuh skuad pujaan warga Palembang ini, eks pelatih Sriwijaya U-21 tersebut masih mengusung target maksimal dalam lawatannya ke kandang singa. Optimisme ini diusung karena SFC tak pernah sekalipun memetik kemenangan di laga tandang.
Dari rekor tiga kali menang, dua imbang dan dua kalah yang ditorehkan Hilton Moreira dkk, tak ada satu pun laga away yang berakhir dengan kemenangan. Terakhir away, yakni 20 dan 26 Januari ke Borneo, SFC takluk dari Mitra Kukar dan Persisam Samarinda dengan skor masing-masing laga 4-2.
Jelas, kedatangan juara ISL musim lalu ke Malang adalah untuk mengakhiri kutukan tak pernah menang atau pun menghasilkan poin di laga tandang.
“Target kita tentu mencuri poin di kandang Arema. Kita akan bertarung maksimal, demi mencapai hasil yang maksimal, yakni poin,” tandas pemain timnas era 1990-an yang membawa Indonesia raih medali emas SEA Games itu.